Medan – Gateball adalah olahraga modifikasi permainan croquet, yang menggunakan palu untuk memukul bola. Olahraga ini tidak mengenal batas tertentu sehingga tergolong sebagai barrier-free sport. Olahraga ini pertama kali dikenalkan di Jepang, kemudian menyebar ke seluruh dunia.
Di Indonesia, olahraga ini sudah banyak peminatnya mulai dari kota-kota besar hingga ke daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat hingga Bali, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur.
Di Sumatera Utara, ada 16 Pengkab dan Pengkot. Delapan sudah mempunyai Surat Keputusan (SK) dan delapan lain nya, segera menerima SK. Dan ini sudah memenuhi syarat untuk dipertandingkan pada Porprovsu yang digeber bulan Nopember mendatang.
“Makanya kami (Pengprov Pergatsi) terus menata kepengurusan dengan baik”, kata Sekretaris umum Pergatsi Sumut, Jangga Siregar SH dalam pesan wasthap nya, Senin (8/6)
Bukan cuma itu, kata Jangga, ada Lapangan milik Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Sumatera Utara yang menjadi venue pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut. Lapangan ini dilengkapi berbagai fasilitas berstandar nasional.
Di antaranya, terdapat empat lapangan gateball yang dibangun secara berdempetan dan juga ada 1 lapangan untuk pemanasan.
Lapangan tidak hanya sekedar membangun lapangan tetapi juga sarana pendukung, seperti kafe. Venue ini juga akan dilengkapi dengan taman-taman di sekelilingnya.
“Dengan harapan dapat menarik minat masyarakat sehingga tertarik terhadap olahraga gateball ini.Adanya fasilitas tersebut merupakan salah satu cara untuk memasyarakatkan olahraga gateball.ungkap mantan anggota DPRD kota Medan ini
Pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, tim Gateball Sumatera Utara sukses mencatatkan sejarah dengan meraih total 5 medali, yang terdiri dari 1 medali emas, 2 medali perak, dan 2 medali perunggu.
Raihan membanggakan tersebut juga mendapat apresiasi langsung dari induk organisasi Pengurus Besar Persatuan Gateball Seluruh Indonesia, yang terus memantau pembinaan atlet daerah termasuk Sumatera Utara
Ini menjadi tantangan bagi Pergatsi Sumut. Mereka bukan hanya sekedar mempopulerkan gate ball, tapi juga mempertahankan capaian prestasi pada PON NTT dan NTB tahun 2028.
Apalagi keberhasilan organisasi tidak dapat dicapai hanya oleh pengurus semata. Dukungan pemerintah daerah, KONI, pelatih, orang tua atlet hingga sponsor menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan.
Gate ball pernah menjadi cabang olahraga yang menyumbangkan prestasi bagi Sumut Karena itu, kami berkomitmen memperkuat pembinaan atlet dan memperluas pengenalan olahraga squash agar semakin dikenal masyarakat
“Minimal kita bisa mencapai prestasi PON Aceh Sumut 2024. Kami harus kerja keras mengejar prestasi itu”, ujarnya
Pergatsi Sumut pun jelas, Jangga, telah menyiapkan serangkaian program pembinaan seperti kegiatan
Tanggal 26 Juni pelantikan dan raker, tanggal 27 Penataran dan pelatihan gateball, tanggal 19-20 Juni Kejurda gateball. Untuk pelantikan akan di hadiri Wamen PUPR yang juga ketum PB pergatsi
“Ini adalah energi baru, semangat baru. Ketua yang baru juga memiliki optimisme yang tinggi. Kami akan mencoba memberikan yang terbaik dan menargetkan prestasi maksimal pada PON 2028, termasuk mengejar medali emas untuk Sumut” ungkapnya








