Medan – Duel klasik mempertemukan dua negara bertetangga di Semenanjung Iberia. Laga Timnas Portugal vs Timnas Spanyol itu akan digelar di Stadion Dallas, Dallas, Amerika Serikat (AS), Selasa 7 Juli 2026 pukul 02.00 WIB. Partai ini dinantikan oleh pencinta sepakbola.
Spanyol diprediksi sedikit lebih diunggulkan dengan peluang menang sekitar 37%, sementara Portugal sebesar 31% dan hasil imbang 32%. Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 ini akan berlangsung panas karena Spanyol sedang dalam performa sangat tajam dan belum kebobolan, sementara Portugal lolos secara dramatis.
Tapi, beda dengan Maradona Siregar. Ketua KONI Kabupaten Toba ini menyebut Portugal berpotensi membungkus Spanyol. “Saya cenderung menjagokan Portugal memenangkan duel Liberia ini”, kata Maradona Siregar, dalam pesan wasthap nya, Minggu (5/7)
Pertemuan terakhir kedua negara terjadi di final UEFA Nations League 2024-2025 pada Juni tahun lalu. Portugal sukses menjadi juara via adu tendangan penalti 7-5.
Karena itu, Maradona, duel ini diprediksi akan kembali menghasilkan skor ketat. Andai dilanjutkan hingga adu penalti, Portugal di atas angin karena rekor buruk Spanyol di Piala Dunia.
La Furia Roja tidak pernah menang adu penalti sejak terakhir kali pada Piala Dunia 2002. Spanyol juga tak pernah melaju lebih jauh dari fase 16 besar, terkecuali saat juara di edisi 2010.
Peluang Spanyol untuk menang ada di 90 hingga 120 menit. Mereka perlu memanfaatkan kebingungan Portugal dalam menentukan formasi terbaik dengan kehadiran Ronaldo di depan
“Portugal tetap memiliki senjata mematikan: pengalaman di laga besar dan mental juara dari pemain senior seperti Ronaldo dan Bernardo Silva”, sebut nya
Portugal diperkirakan tidak melakukan banyak perubahan. Ronaldo tetap menjadi starter, didukung oleh Vitinha, Bruno Fernandes, dan Rafael Leão di lini serang.
Spanyol kemungkinan tampil tanpa perubahan berarti, meski beberapa pemain seperti Nico Williams masih diragukan tampil karena masalah kebugaran.
“Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat dengan dominasi penguasaan bola dari kedua tim.
Portugal tetap berbahaya lewat pengalaman dan momen individu Ronaldo”,; ujarnya









