Medan – Perempat final (babak 8 besar) Piala Dunia 2026 akan menyajikan laga akbar sarat gengsi dan emosi di Gillette Stadium, Foxborough. Maroko dan Prancis, kembali bentrok demi mengamankan tiket menuju semifinal.
Laga krusial ini dijadwalkan berlangsung Kamis (9/7) atau Jumat dinihari Wib 10 Juli 2026. Bagi pencinta sepak bola, duel ini memicu kembali memori semifinal Piala Dunia Qatar 2022 lalu, di mana Les Bleus sukses menghentikan dongeng indah Maroko dengan kemenangan 2-0.
Kini, dengan skuad yang jauh lebih matang dan rekor tak terkalahkan yang mencengangkan, Singa Atlas mengusung misi balas dendam untuk menjungkirbalikkan prediksi di tanah AS. Maroko ingin menang dan melaju ke semi final.
Kedua tim melaju ke babak 8 besar setelah melewati ujian fisik dan mental yang sangat kontras di babak 16 besar.
Maroko pesta gol di Houston. Skuad asuhan Walid Regragui mengamankan tiket perempat final pertama dengan performa luar biasa membantai tuan rumah Kanada 3-0 di NRG Stadium.
Sedangkan Prancis diselamatkan penalti sang kapten, Kylian Mbappe. Langkah anak asuh Didier Deschamps terbilang lebih terjal. Menghadapi pertahanan grendel Paraguay di tengah suhu ekstrem mencapai 39C di Philadelphia, Prancis dipaksa frustrasi sepanjang laga.
“Kedua tim bagus, baik Perancis maupun Maroko.Kalau melihat penampilan dari babak penyisihan, Perancis lebih KONSISTEN.Peluang Perancis 60:40”, kata pelatih lisensi B AFC, Prof. Dr. Ardi Nusri, M.Kes dalam pesan wasthap nya, Selasa (2/7)
Sorotan utama pertandingan ini sebut Ardi Nursi, pelatih yang sudah menangani klub liga ini , dipastikan tertuju pada duel satu lawan satu di sisi sayap lapangan antara dua sahabat karib yang bermain bersama di level klub: Achraf Hakimi dan Kylian Mbappe.
Hakimi, yang bertindak sebagai kapten dan motor serangan kanan Maroko, akan mengemban tugas maha berat untuk mengunci pergerakan Mbappe. Di sisi lain, Mbappe sedang berada dalam motivasi puncak setelah penaltinya ke gawang Paraguay membuat ia menyamai koleksi 7 gol milik Lionel Messi dalam bursa top skor Piala Dunia 2026.
“Faktor dendam 2022 bisa menjadi bahan bakar Maroko, dan dukungan diaspora Maroko di tribun AS diprediksi masif. Namun pengalaman Prancis di laga-laga sistem gugur Piala Dunia — tiga final dalam tiga edisi terakhir — sulit ditandingi”, katanya.
Dikatakannya, semua pertandingan dimenangkan sejak babak penyisihan sampai perdelapan final. Di penyisihan, semua pertandingan dimenangkan dan menjadi juara Grup dgn poin 9. Sementara Maroko, di grup hanya menang 2 kali dan 1 kali seri vs Brazil dan hanya menempati Runner Up.
Di babak knocout, 32 besar, Maroko lebih beruntung dan menyingkirkan Belanda dgn adu penalti.








