Rabu, Juli 29, 2026
Harian88
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Hukum
    • Kriminal
  • Medan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
No Result
View All Result
Harian88
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Hukum
    • Kriminal
  • Medan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
No Result
View All Result
Harian88
No Result
View All Result
Home Olahraga

Prancis vs Maroko, Fidel Gani Siregar: Duel Dua Filosofi Berbeda

Redaksi Harian88 by Redaksi Harian88
Juli 7, 2026
in Olahraga
0
Prancis vs Maroko, Fidel Gani Siregar: Duel Dua Filosofi Berbeda
593
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookBagikan di WA

Medan – Prancis vs Maroko pada babak perempat final Piala Dunia 2026 menjadi salah satu pertandingan menarik yang layak dinantikan. Les Bleus kembali berhadapan dengan Singa Atlas dalam laga hidup mati setelah kedua negara sebelumnya bertemu di semifinal Piala Dunia 2022.

Pertandingan Prancis vs Maroko dijadwalkan berlangsung di Boston Stadium, Foxborough, Amerika Serikat, Jumat (10/7/2026) pukul 03.00 WIB.

You might also like

Menang Vs Kamboja Sudah Oke , Ardi Nursi: Ujian Sesungguhnya Indonesia Lawan Vietnam

Piala AFF, Indonesia vs Kamboja, Petra: Jangan Anggap Enteng

Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Duel Misi Terakhir Lionel Messi

Pemenang pertandingan ini akan melaju ke semifinal dan menghadapi pemenang duel Spanyol vs Belgia.

Mantan Wakil ketua PSSI Sumut Fidel Gani Siregar mengatakan, pertandingan Prancis versus Maroko adalah pertemuan dua filosofi permainan sepakbola yang sangat berbeda.

Prancis sebuah tim yang dibangun di atas kualitas individu kelas dunia, kedalaman skuad, dan kemampuan menyerang yang hampir tidak memiliki kelemahan.

Sedangkan Maroko adalah tim yang dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah cara dunia memandang sepak bola Afrika, dengan organisasi pertahanan yang luar biasa, disiplin taktik yang tinggi, serta mental bertanding yang mampu menumbangkan tim-tim unggulan.

Secara statistik dan kekuatan skuad, Prancis masih menjadi favorit juara. Namun, Maroko terus dipandang sebagai “giant killer” yang paling berbahaya di turnamen ini setelah kembali menembus fase akhir kompetisi dunia.

“Jika kita membandingkan satu demi satu pemain dari kedua tim, terlihat bahwa Prancis memiliki keunggulan hampir di seluruh lini. Di bawah mistar, Mike Maignan adalah penjaga gawang modern yang tidak hanya piawai menyelamatkan tembakan, tetapi juga menjadi titik awal pembangunan serangan.

Kemampuan distribusi bolanya memungkinkan Prancis keluar dari tekanan tanpa harus memainkan bola panjang. Di lini belakang, kombinasi William Saliba dan Ibrahima Konaté menawarkan perpaduan yang sangat langka.

Saliba mungkin merupakan bek dengan positioning terbaik di dunia saat ini. Ia hampir tidak pernah terpancing keluar dari posisinya. Konaté melengkapi dengan kekuatan fisik, duel udara, dan recovery speed yang luar biasa.

Mereka menjadi fondasi yang membuat Prancis hanya sangat sedikit memberikan peluang bersih kepada lawan, “katanya dalam pesan wasthap nya, Selasa (7/7)

Namun kekuatan terbesar Prancis jelas nya, justru berada di lini tengah. Aurélien Tchouaméni adalah “jantung” permainan Prancis. Dalam analisis modern, pemain seperti Tchouaméni sering disebut sebagai balance player. Pemain seperti ini tidak selalu terlihat mencolok, jarang mencetak gol, jarang memberi assist. Tetapi hampir seluruh ritme permainan bergantung kepadanya.

Ia mengetahui kapan harus mempercepat tempo, kapan harus memperlambat, kapan harus melakukan tactical foul, kapan harus turun di antara dua bek tengah.

Pemain seperti inilah yang membuat struktur permainan tetap stabil. Di depan, kualitas Prancis menjadi semakin mengerikan. Kylian Mbappé tetap merupakan pemain paling menentukan dalam sepak bola dunia saat ini. Yang membuat Mbappé berbeda bukan hanya kecepatannya tetapi kemampuannya mengambil keputusan dalam sepersekian detik. Bek lawan sering mengetahui apa yang akan dilakukan Mbappé.

” Masalahnya adalah mereka tetap tidak mampu menghentikannya.
Ketika Mbappé bergerak dari kiri menuju half-space, ia memaksa dua bahkan tiga pemain bertahan bergeser. Pergerakan tanpa bola inilah yang membuka ruang bagi Dembélé maupun pemain lini kedua. Inilah mengapa ancaman Prancis tidak pernah hanya berasal dari satu pemain. Ia berasal dari struktur permainan yang sangat matang”, sebut pria yang juga berprofesi sebagai dokter ini.

Menurut nya, menganggap Maroko sebagai under dog adalah kekeliruan besar. Maroko telah membuktikan selama beberapa tahun terakhir bahwa mereka kini bukan lagi kejutan tetapi merupakan kekuatan sepak bola dunia. Yang membuat Maroko berbeda adalah kolektivitas.

Banyak negara memiliki pemain hebat tetapi sedikit yang memiliki organisasi permainan sebaik Maroko. Ketika kehilangan bola, seluruh pemain bergerak hampir bersamaan. Jarak antar lini hanya sekitar 10 meter.
Akibatnya lawan hampir tidak pernah memperoleh ruang di area sentral. Inilah sebabnya mengapa tim-tim besar sering dipaksa bermain melebar saat menghadapi Maroko. Semakin banyak crossing yang dilepaskan lawan, justru semakin nyaman pertahanan Maroko.

Sepak bola modern memang dipenuhi angka xG, PPDA, Progressive pass, Packing rate. Namun pertandingan besar sering ditentukan oleh sesuatu yang tidak muncul dalam statistik.
Maroko memiliki sesuatu yang sangat berbahaya : Kepercayaan diri. Mereka tidak lagi merasa inferior menghadapi negara besar. Mereka telah mengalahkan tim-tim besar. Mereka pernah mencapai semifinal Piala Dunia 2022. Kini mereka kembali berada di babak delapan besar. Mental seperti ini sulit diukur dengan angka..

Sebaliknya Prancis memiliki pengalaman bermain pada fase-fase penentuan turnamen besar. Pemain seperti Mbappé, Dembélé, Maignan, Saliba, maupun Rabiot memahami bagaimana mengendalikan emosi ketika pertandingan berjalan ketat.
Perbedaan pengalaman inilah yang sering menjadi pembeda pada menit-menit akhir.

“Jika saya menjadi Didier Deschamps, saya tidak akan memaksa menyerang terlalu cepat. Justru saya akan menghindari kehilangan bola di area tengah. Saya akan meminta Theo Hernandez dan Koundé naik bergantian. Bukan bersamaan. Karena dua full-back yang naik bersamaan memberi ruang bagi transisi cepat Maroko.”

“Saya juga akan meminta Dembélé lebih sering berpindah sisi. Hal ini akan memaksa Hakimi berpikir dua kali sebelum melakukan overlap”.

“Jika saya menjadi Walid Regragui maka saya akan membiarkan Prancis menguasai bola hingga 65%. Tidak masalah. Target saya bukan possession. Target saya adalah memancing frustrasi. Saya akan mempersempit ruang di depan kotak penalti. Kemudian menunggu satu kesalahan umpan Tchouaméni atau Rabiot. Begitu bola direbut, transisi harus selesai dalam tiga hingga lima detik. Inilah cara terbaik melukai Prancis”, papar nya

Untuk peluang Prancis lolos adalah sekitar 74–78%, sedangkan Maroko sekitar 22–26%. Secara objektif, Prancis adalah tim yang lebih lengkap yang menjadikan mereka favorit yang layak.

Namun, Maroko telah membangun reputasi sebagai tim yang mampu membuat lawan kehilangan kesabaran. Bila mereka berhasil mempertahankan skor tetap imbang hingga memasuki 20 menit terakhir, tekanan psikologis akan mulai berpindah ke kubu Prancis, dan peluang kejutan meningkat secara nyata.

Karena itu, prediksi saya adalah Prancis menang 2–1, tetapi melalui pertandingan yang jauh lebih rumit daripada yang diperkirakan banyak orang. Bila Prancis unggul lebih dahulu, peluang mereka untuk lolos meningkat tajam.

Sebaliknya, jika Maroko mampu menjaga kedudukan tetap imbang hingga akhir waktu normal, mereka memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk memaksakan perpanjangan waktu bahkan mengulang kisah sebagai penakluk raksasa di panggung Piala Dunia.

Tags: Fidel Gani Siregar: Duel Dua Filosofi BerbedaPrancis vs Maroko
Previous Post

Gol Menit Akhir Merino Bawa Spanyol Kalahkan Portugal

Next Post

Prancis vs Argentina Berpotensi Bertemu Kembali di Final

Redaksi Harian88

Redaksi Harian88

Related Posts

Menang Vs Kamboja Sudah Oke , Ardi Nursi: Ujian Sesungguhnya Indonesia Lawan Vietnam
Olahraga

Menang Vs Kamboja Sudah Oke , Ardi Nursi: Ujian Sesungguhnya Indonesia Lawan Vietnam

by Redaksi Harian88
Juli 28, 2026
Piala AFF, Indonesia vs Kamboja,  Petra: Jangan Anggap Enteng
Olahraga

Piala AFF, Indonesia vs Kamboja, Petra: Jangan Anggap Enteng

by Redaksi Harian88
Juli 26, 2026
Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Duel Misi Terakhir Lionel Messi
Olahraga

Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Duel Misi Terakhir Lionel Messi

by Redaksi Harian88
Juli 16, 2026
Prancis vs Argentina Berpotensi Bertemu Kembali di Final
Olahraga

Prancis vs Argentina Berpotensi Bertemu Kembali di Final

by Redaksi Harian88
Juli 8, 2026
Gol Menit Akhir Merino Bawa Spanyol Kalahkan Portugal
Olahraga

Gol Menit Akhir Merino Bawa Spanyol Kalahkan Portugal

by Redaksi Harian88
Juli 7, 2026
Next Post
Prancis vs Argentina Berpotensi Bertemu Kembali di Final

Prancis vs Argentina Berpotensi Bertemu Kembali di Final

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Permenpora No 14/2024 Dicabut, Terima Kasih Menpora RI Erick Thohir

Permenpora No 14/2024 Dicabut, Terima Kasih Menpora RI Erick Thohir

September 23, 2025
Brazil vs Norwegia, Badiaraja: Milik Selecao

Brazil vs Norwegia, Badiaraja: Milik Selecao

Juli 4, 2026

Kategori

  • Hukum
  • Kriminal
  • Medan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Uncategorized

Don't miss it

Menang Vs Kamboja Sudah Oke , Ardi Nursi: Ujian Sesungguhnya Indonesia Lawan Vietnam
Olahraga

Menang Vs Kamboja Sudah Oke , Ardi Nursi: Ujian Sesungguhnya Indonesia Lawan Vietnam

Juli 28, 2026
Piala AFF, Indonesia vs Kamboja,  Petra: Jangan Anggap Enteng
Olahraga

Piala AFF, Indonesia vs Kamboja, Petra: Jangan Anggap Enteng

Juli 26, 2026
Peserta MAXi Yamaha Day Sumut Turut Berduka atas Tragedi Kecelakaan Maut di Sibolangit
Medan

Peserta MAXi Yamaha Day Sumut Turut Berduka atas Tragedi Kecelakaan Maut di Sibolangit

Juli 20, 2026
Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Duel Misi Terakhir Lionel Messi
Olahraga

Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Duel Misi Terakhir Lionel Messi

Juli 16, 2026
Prancis vs Argentina Berpotensi Bertemu Kembali di Final
Olahraga

Prancis vs Argentina Berpotensi Bertemu Kembali di Final

Juli 8, 2026
Prancis vs Maroko, Fidel Gani Siregar: Duel Dua Filosofi Berbeda
Olahraga

Prancis vs Maroko, Fidel Gani Siregar: Duel Dua Filosofi Berbeda

Juli 7, 2026
Harian88

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Categories

  • Hukum
  • Kriminal
  • Medan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Uncategorized

Browse by Tag

Abdul Rahman Gurning Pimpin Mantan PSMS 2025 - 2030 Akhirnya Walikota Sibolga Ditemukan Arya Sinulingga Punya Komitmen Sepakbola Sumut Terbang Tinggi Atensi AKBP Jhon Sitepu Bandung bjb Tandamata Gagal ke Final Four Banjir tak kunjung pergi Belanda vs Maroko Dana Terbatas Disporasu Diminta Evaluasi Capaian Atlet Popnas 2025 Disporasu Gelar Sarasehan Komunikasi dan Motivasi Olahraga dan Pemuda Empat Tim Putri Berebut Dua Tempat Final Four falcon Gelombang Dukungan Untuk Arya Sinulingga Pimpin PSSI Sumut Terus Mengalir Gubernur Mualem: Kepala Daerah yang Cengeng Tangani Dampak Banjir-Longsor di Aceh Lebih Baik Mundur Saja! Gubsu Molor ICMI Dukung SE Wali Kota Medan Soal Penataan Lokasi Penjualan Daging Non Halal JEP Mobile Sukses Tumbangkan bjb Tandamata di Putaran Pertama Kadis PUPR dan Perindag ESDM Sumut Resmi Mundur dari Jabatannya Kapolsek Perbaungan Salurkan Bansos Ramadan untuk Korban Kebakaran di Sergai Kejutan Ketua KPID Sumut Diduga Langgar Etika PKPI No. 1/2024 Kisah Mantan Ketua PSMS Bertemu Dengan Seniornya Laba TW III PalmCo Naik 84 Persen YoY Livin Tak Berdaya di Proliga 2026 Medan Menyentuh Hati MH Pembukaan 17th South East Asian U18–U20 Athletics Championship 2025 Memuakkan Polsek Perbaungan Salurkan Bansos untuk Warga Sakit Menahun atas Arahan Kapolres Serdang Bedagai AKBP Jhon Hery Rakutta Sitepu* PP PGSI Bantah Wasit Gulat Indonesia Palsukan Umur Prancis vs Maroko Prestasi Menurun PSAWI Sumut Puas dengan Hasil Rakerprov KONI Rico Waas: Harmoni dan Kerukunan di Medan Tetap Terjaga Seleksi Dirut PUD Pasar Medan Jadi Sorotan Semi Turnamen Bupati Cup IV Palas 2025-2026 Sukses dan Meriah SH SIK SPBU Jalan Setia Budi Persulit Masyarakat. SURAT TERBUKA ANTONY SINAGA Tim Gulbencal Kodam I/BB Percepat Pembukaan Akses Jalan Tarutung–Simpang Rampah–Sibolga Tim Polo Air Tirta Prima Medan Tetap Ikut Sriwijaya Cup V Usai Kalah Dari Popsivo warga Bandar Tarutung terjebak genangan berkepanjangan WORKSHOP JURNALISTIK SIWO SUMUT

Recent News

Menang Vs Kamboja Sudah Oke , Ardi Nursi: Ujian Sesungguhnya Indonesia Lawan Vietnam

Menang Vs Kamboja Sudah Oke , Ardi Nursi: Ujian Sesungguhnya Indonesia Lawan Vietnam

Juli 28, 2026
Piala AFF, Indonesia vs Kamboja,  Petra: Jangan Anggap Enteng

Piala AFF, Indonesia vs Kamboja, Petra: Jangan Anggap Enteng

Juli 26, 2026

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Hukum
    • Kriminal
  • Medan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.