Medan – Istilah “benalu” dalam konteks ini bukanlah istilah resmi dalam dunia sepak bola, tetapi lebih merupakan ungkapan informal untuk menggambarkan pemain atau anggota klub seperti oknum pengurus yang dianggap sebagai beban.
Begitu la gambaran tentang PSMS yang saat ini dikelola Edy Rahmayadi. Seperti disampaikan salah satu pengamat sepakbola di Medan yang enggan disebutkan namanya. Ia menilai klub tersebut (PSMS -red) susah sukses karena adanya sejumlah sosok yang dinilai hanya akan menjadi benalu.
Usai menyelesaikan musim kompetisi liga 2 tahun 2024 – 2025, manajemen PSMS bergerilya menggalang investor untuk mengikuti musim kompetisi liga 2 tahun 2025 – 2026 masih memakai tenaga seperti AM dan AC untuk masuk manajemen baru yang didanai investor dari Pulau Jawa.
Hanya saja, mereka yang pernah dipercaya dalam mengelola tim tak mampu membawa PSMS untuk naik kasta seperti liga 1. Empat musim mereka bersama PSMS namun tim berjuluk Ayam Kinantan ini tetap di liga 2.
“Masih ada orang-orang di klub itu (PSMS), tim ini tak akan pernah sukses. Dan mereka masih di sana sekarang,” ujarnya
“Di PSMS, mereka disebut sebut mencari keuntungan dengan berprofesi sebagai agen pemain “sebut nya.
Seperti diketahui, PSMS saat ini kedatangan investor untuk mengikuti kompetisi liga 2 2025-2026. Herannya kenapa pengelola PSMS masih memakai jasa mereka. Nama nama tersebut tak layak jual di dunia persepakbolaan Indonesia dan Sumut baik jajaran pelatih dan pemain
Seharusnya management diserahkan ke investor yang mengatur seperti PSPS tapi kalau masih management dipegang PSMS berpikir 1000 kali orang dengar nama-nama tersebut
” Coba Pak Edy Rahmayadi survey ke insan sepakbola layak ngak, masa ngak tahu’, pintanya








