Medan – Belanda berpeluang melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 saat menghadapi Maroko pada fase 32 besar di Monterrey Stadium, Selasa (30/6/2026) pukul 08.00 WIB.
Duel dua tim dengan performa sama-sama impresif di fase grup ini diprediksi berlangsung sengit, tetapi Oranje sedikit lebih diunggulkan berkat produktivitas lini depan dan keunggulan dalam situasi bola mati.
Belanda datang dengan modal luar biasa setelah mencetak 10 gol hanya dalam tiga pertandingan fase grup. Tim asuhan Ronald Koeman memperlihatkan variasi serangan yang efektif, baik melalui permainan terbuka maupun bola-bola mati.
Produktivitas tersebut menjadi salah satu modal terbesar Oranje menghadapi Maroko yang dikenal memiliki organisasi pertahanan sangat disiplin.
Pertandingan diperkirakan berlangsung ketat karena kedua tim memiliki karakter permainan yang saling bertolak belakang.
“Siapa pun lawan Belanda, saya tetap menjagokan tim Oranje pemenang nya”, kata owner Pelita Medan Soccer Benny Tomasoa dalam pesan wasthap nya, Minggu (28/6)
Alasannya, menurut mantan manajer tim PSMS ini, Belanda tampil sangat tajam sepanjang fase grup dengan kemenangan 3-1 atas Tunisia, pesta gol 5-1 melawan Swedia, serta hasil imbang 2-2 kontra Jepang.
Dari tiga laga tersebut, mereka mampu mencetak rata-rata lebih dari tiga gol per pertandingan.
Belanda dan Maroko sama-sama tampil impresif di fase grup Piala Dunia 2026. Oranje sedikit diunggulkan, meski Singa Atlas berpotensi memberikan perlawanan sengit hingga akhir laga.
Virgil van Dijk, Jan Paul van Hecke, dan Brian Brobbey kata Benny , menjadi ancaman besar dalam duel udara. Maroko dipastikan harus bekerja ekstra keras untuk mengantisipasi setiap situasi bola mati yang diperoleh Belanda.
Selain itu, lini tengah yang dihuni Frenkie de Jong, Ryan Gravenberch, dan Tijjani Reijnders mampu menjaga keseimbangan antara penguasaan bola dan distribusi serangan.
“Kombinasi tersebut membuat Belanda cukup nyaman mendominasi tempo permainan”, ujarnya
Meski tidak seproduktif Belanda, Maroko datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah hanya kalah sekali dalam lima pertandingan terakhir. Mereka bahkan sukses menahan Brasil 1-1 sebelum memastikan tiket ke fase gugur.
Tim racikan Mohamed Ouahbi mengandalkan pertahanan rapat dan transisi cepat. Strategi tersebut beberapa kali terbukti efektif saat menghadapi lawan dengan kualitas individu yang lebih tinggi.
Brahim Diaz, Bilal El Khannouss, dan Ayoub El Kaabi menjadi tumpuan utama saat melakukan serangan balik. Ketiganya memiliki kecepatan dan kreativitas yang mampu menghukum lawan ketika kehilangan bola.
Maroko juga hanya kebobolan tiga gol selama fase grup. Catatan tersebut menunjukkan disiplin organisasi permainan yang bisa menjadi tantangan besar bagi lini depan Belanda.
“Tapi, saya percaya pelatih Ronald Koeman sudah meracik strategi memenangkan fase ini”, sebut nya









