Medan – Debby Arsyad peragawati atau model era 1983 bercerita soal pengalamannya bermain sepak bola. Menurut model asal Palembang ini bermain sepak bola cukup kompetitif sehingga harus latihan tiap hari
Debby Arsyad menuturkan bermain sepak bola secara kebetulan. Pada tahun 1983 almarhumah Rima Melati mengumpulkan beberapa Models & Actresses di Indonesia. Para model diajar main Sepakbola untuk pertandingan persahabatan dengan Models & Actresses Malaysia
“Saya dulu baru tamat SMA anggota Indonesian Modelling Agency milik Almarhumah Rima Melati. Alhamdulillah, kami diajarin kayak mengenal bola lebih dalam. Terus tekniknya, diajarin shooting-nya itu nggak perlu keras yang penting terarah,” tuturnya
Selama latihan sepak bola kata Debby tradisi bangun tidur itu berubah. “Saya senang, karena biasanya bangun tidur selalu siang, waktu training, selalu pagi hari, jam 6 sudah harus berada di Lapangan Sepakbola di Menteng, jalan Cokroaminoto Jakarta”
Kendati demikian, menurut dia padatnya intensitas latihan itu membuat kemampuan sepak bolanya kian terasah. Debby juga mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga baik dari sisi teknis “Kami, para Models jadinya bisa lebih disiplin dan tepat waktu “, ujarnya
Dalam tim IMA sebutnya hanya Muti yang pemain sepak bola beneran. Yang lainnya, Models & Actresses, seperti Merry Sanger, Rina Hasyim, Ida Leman, Hana Wijaya dan Mutia Datau. Pelatihnya Tinneke Lantang dari Buana Putri. “Muti juga ikut mengajari kami”, ujarnya
Bermain sepak bola menurut dia menambah pengalaman buat dirinya. Dulu Models & Actress kalau ada bola datang suka lupa dan lari takut kena bola, takut kukunya patah. “Yang ikut ke Malaysia, ada reporter teman tante Rima, El Manik”, sebut nya
Dalam pertandingan sepak bola melawan Models & Actresses Malaysia, tim yang dibelanya kalah 7 – 0. “Mereka (Models Malaysia) memakai pemain sepakbola yang Professional, hanya 1 Model & 1 Actress. Mereka tidak jujur” ujarnya
Debby Arsyad bermain sepak bola pada tahun tahun 1982 atau 1983. Selama itu, beliau bermain satu kali saat di Malaysia dan beberapa kali di Jakarta, bertanding dengan group Mutia Datau
Saat ini rekan satu tim sudah 4 yang sudah meninggal yakni Rima Melati, Ungky, Detty Say dan Venny Siregar
“Saya suka main sepakbola karena sangat bermanfa’at, menjadi lebih sehat, meningkatkan fokus, mengembangkan keterampilan sosial, seperti kerja sama tim. Dulu itu dapat pengalaman baru yang menyenangkan. Tapi yang sedihnya, saya di dorong, terjatuh, banyak luka kena cakar oleh pemain sepakbola Malaysia”, sebut nya
Debby berhenti jadi peragawati tahun 1985 karena harus sekolah ke Amerika. Mungkin kalau tidak berangkat ke Amerika bisa aja ikut main sepakbola terus menerus
Saya senang nonton pertandingan sepakbola karena mengingatkan saya waktu ikut latihan sepakbola di Menteng Jakarta. Pelatih tim kami Tinneke Lantang itu sabar sekali, pemain yang satunya Muti, sangat baik dan tulus. Walaupun hanya bertemu beberapa kali dalam 2 tahun itu saya tetap ingat kebaikan mereka”, katanya yang ingin menetap di Medan
Debby ternyata mengikuti perkembangan tim Ayam Kinantan PSMS Medan. Dia berharap PSMS ditangan pelatihnya Kas Hartadi dapat naik ke Liga 1 dan PSMS harus bermain semangat, keras dan lugas berciri khas Medan. “Semoga PSMS ke liga 1”, harapnya









