Medan- Timnas Indonesia bakal menghadapi tantangan besar saat bertemu Arab Saudi pada laga perdana Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, 8;Oktober, atau 9 Oktober dini hari
Namun di tengah ketimpangan peringkat FIFA dan pengalaman pelatih, para pengamat sepak bola nasional sepakat Garuda jangan inferior. Justru secara psikologis, Indonesia harus merasa lebih superior.
Hal itu disampaikan oleh pengamat sepak bola Indra Sakti Harahap dalamHarus pesan wasthap nya, Senin (6/10)
“Kalau mau jujur, secara psikologi kita harusnya merasa lebih superior dari Arab Saudi sekarang. Head to head kita enggak jelek. Kita pernah tahan imbang dan menang atas mereka. Justru lawan Irak kita kalah dua kali,” tegas nya
Arab Saudi kini menempati peringkat 59 FIFA, sementara Irak berada satu strip di atasnya di posisi 58. Indonesia jauh tertinggal di peringkat 119. Dari sisi pelatih pun, kedua lawan punya rekam jejak elite.
Hervé Renard (Arab Saudi) pernah membawa Arab Saudi ke Piala Dunia 2022 dan bahkan mengalahkan Argentina di fase grup.
Graham Arnold (Irak) adalah eks pelatih Australia yang sukses meloloskan Socceroos ke Piala Dunia 2022 dan 16 besar.
Bandingkan dengan pelatih Indonesia Patrick Kluivert yang baru memiliki pengalaman sebagai asisten Louis van Gaal di Belanda pada 2014.
Namun mantan ketua PSMS itu mengingatkan, sepak bola bukan matematika.
“Outsider bukan berarti pasti kalah. Selalu ada twist. Kluivert bisa saja mempelajari semua dari Van Gaal dan menerapkannya di timnas,” ujarnya.
Pengamat sepakbola ini sepakat hal paling krusial bukan soal taktik semata, tapi mental dan kontrol emosi. Kunci memenangkan laga kali ini adalah jangan terpancing drama Timur Tengah.
“Tim-tim Timur Tengah itu jagonya drama. Kalau mereka unggul, mereka akan buang-buang waktu, mancing emosi. Pemain kita enggak boleh terpancing,” kata Indra
Timnas Indonesia memang berstatus outsider, tapi perjalanan panjang dari Round 1 hingga Round 4 membuat Garuda sebenarnya punya mental survivor yang tidak dimiliki tim lain.








