Medan – Piala Dunia 2026 masih memasuki babak grup. Namun, sejumlah prediksi mengenai calon juara mulai bermunculan.
Salah satunya datang dari mantan Deputi Kemenpora RI Sakhyan Asmara, untuk menghitung peluang setiap tim meraih gelar juara.
Hasil rata-rata menyebut kan dengan menempatkan Spanyol sebagai favorit utama. Tim Matador memiliki peluang juara.
Sementara itu, Prancis dan Argentina berada di posisi berikutnya. Kedua negara sama-sama juga memiliki peluang.
Belanda menyusul di urutan keempat. Tim tersebut memiliki probabilitas juara. Bukti ini memberi peluang lebih bagi Spanyol untuk mengangkat trofi. Namun, Sakhyan mengingatkan bahwa prediksi tersebut bukan jaminan.
Pria yang juga pernah sebagai Kadispora Sumut ini menyebut kan ada beberapa faktor yang mengunggulkan Spanyol sebagai juara piala dunia 2026.
Spanyol Juara Euro 2024 sebagai Momentum Puncak, Spanyol baru saja ngangkat trofi Euro 2024 dengan gaya dominan, mengalahkan Inggris, Jerman, Italia, Prancis semua.
Para pemainnya adalah Generasi Emas Baru, muda ditambah teknik yang canggih. Sekarang ada Lamine Yamal, 19 tahun, tapi udah jadi bintang dunia. Ada Pedri, Gavi, Nico Williams – Trio Barca yang sudah sangat kompak dan styling. Ada Rodri, Gelandang bertahan terbaik dunia saat ini Rata-rata usia squad 25 tahun. Artinya tim mereka fit, haus goal dan lapar trofi, sebut Sakhyan.
Selain itu, Spanyol memiliki gaya main Tik-Tak andalan mereka yang sekarang sudah dimodernisasi menguasai lebih 60% pressing tinggi.
Dalam statistik kualifikasi data FIFA World Cup 2026 saat ini, Spanyol ada di Grup I bareng Prancis & Norwegia mereka sudah mengalahkan tim-tim besar di Nations League + Euro. “Jadi probabilitas lolos lebih besar dan jalan ke final lebih lebih mulus” ujarnya dalam pesan wasthap, Jumat (26/6)
Meski begitu , turnamen sepak bola memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi. Karena itu, satu pertandingan dapat mengubah peluang setiap tim.
Ia menilai fase gugur menjadi penentu utama. Gol, penyelamatan, atau kartu merah bisa mengubah jalannya turnamen dalam sekejap.
Sakhyan juga menjelaskan bahwa setiap permainan memakai pendekatan berbeda. Sebagian permainan menilai performa terbaru setiap tim.
“Meski begitu, tidak ada satu model yang mampu mencakup seluruh faktor penentu hasil laga. Karena itu, prediksi tersebut hanya menjadi gambaran berdasarkan analisis statistik”, jelas nya.









