Medan – Laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Austria akan digelar di SoFi Stadium, Inglewood. Laga fase gugur Spanyol vs Austria ini dijadwalkan kick-off Jumat, 3 Juli 2026, jam 02.00 WIB.
La Roja melangkah ke fase knockout sebagai juara Grup H dengan koleksi tujuh poin. Namun, performa tim asuhan Luis de la Fuente belum sepenuhnya meyakinkan sepanjang fase grup.
Spanyol mengawali turnamen dengan hasil imbang tanpa gol melawan debutan Cape Verde. Setelah itu, mereka tampil lebih tajam saat menang 4-0 atas Arab Saudi.
Pada laga terakhir grup, Spanyol meraih kemenangan tipis atas Uruguay. Hasil tersebut cukup untuk memastikan posisi puncak, tapi permainan mereka masih belum seefektif saat menjuarai Euro 2024.
Di sisi lain, Austria lolos sebagai runner-up Grup J. Tim racikan Ralf Rangnick harus bekerja keras hingga pertandingan terakhir untuk mengamankan tiket ke fase gugur.
Austria nyaris tersingkir saat menghadapi Aljazair. Mereka tertinggal akibat gol Riyad Mahrez sebelum Sasa Kalajdzic mencetak gol penyama kedudukan pada masa added time babak kedua.
Karakter permainan Austria yang agresif dan berintensitas tinggi menjadi salah satu kekuatan utama mereka. Meski demikian, kualitas teknis mereka masih berada di bawah sejumlah tim unggulan turnamen.
Pertemuan ini diperkirakan berlangsung ketat. Spanyol akan mengandalkan penguasaan bola, sedangkan Austria kemungkinan memilih pendekatan yang lebih pragmatis dengan tekanan agresif saat kehilangan bola. Saya memprediksi selama 90 menit kedua tim bermain imbang. Kalau pun Spanyol menang itu lewat adu penalti “, kata Ketua KONI Kabupaten Toba, Maradona Siregar dalam pesan wasthap nya, Rabu (1/7)
Diakui pria yang juga mantan ketua PSSI Toba, Spanyol punya beberapa persoalan di lini serang. Yeremy Pino mengalami cedera bahu, Nico Williams bermasalah pada otot adduktor, sementara Victor Munoz masih dibayangi cedera paha.
Munoz memiliki peluang terbesar untuk kembali tersedia. Namun, Alex Baena berpotensi mempertahankan tempatnya setelah mencetak gol penentu kemenangan melawan Uruguay.
“Akan terjadi persaingan di lini tengah yang menarik perhatian. Mikel Merino, Fabian Ruiz, Dani Olmo, dan Gavi sama-sama memiliki peluang untuk mengisi komposisi terbaik De la Fuente.”, ujarnya
Apabila mampu mengalahkan Austria, La Roja akan semakin mendekati rekor dunia milik Italia yang pernah mencatatkan 37 pertandingan internasional tanpa kekalahan.
Sementara sebut Maradona, Austria relatif berada dalam kondisi lebih baik. Marko Arnautovic dan David Alaba sempat mengalami ketidaknyamanan pada lutut setelah laga kontra Aljazair, tetapi kondisi keduanya tidak dianggap serius.
“Menurut pengamatan saya, Kunci pertandingan Spanyol adalah Kreativitas Lamine Yamal, kontrol lini tengah, dan organisasi pertahanan yang solid.
Sementara Austria mengandalkan Kecepatan serangan balik, pengalaman Marcel Sabitzer, serta ketajaman Marko Arnautović”, katanya
Austria diperkirakan akan bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik cepat, tetapi kualitas individu dan pengalaman Spanyol di laga besar membuat La Roja lebih diunggulkan untuk melaju ke babak 16 besar.
Tapi, katanya, Austria bukanlah lawan yang mudah. Mereka mengamankan tempat di babak selanjutnya sebagai runner-up Grup J setelah menang 3-1 melawan Yordania, kalah 0-2 melawan Argentina, dan bermain imbang 3-3 melawan Aljazair di pertandingan terakhir.
Tim asuhan Ralf Rangnick mampu bermain dengan intensitas sangat tinggi. Laimer, Seiwald, Sabitzer, dan Baumgartner semuanya cocok untuk gaya permainan menekan, memaksa lawan untuk melakukan umpan cepat. Jika Spanyol kurang akurat dalam menembus tekanan, Austria tentu dapat menciptakan peluang.









