Medan – Empat Petinju Sumatera Utara (Sumut), berpeluang meraih emas pada kejuaraan tinju amatir Piala Panglima TNI 2025 di GOR Balai Prajurit Makodam Bukit Barisan I
Peluang diperoleh setelah pada partai semifinal, Rabu (1/10), mencatat kemenangan atas lawan lawan nya.
Ke empat petinju Sumut itu, Salsa Sabila Amoragam, Cristian Simanjuntak, Saroha Lumban Tobing dan David Simbolon
Ketua Pengprov Pertina Sumut Sumatera Utara, Sabam Parulian Parsaoran Manalu optimis Sarohatua dan kawan kawan bisa memenangkan partai final dan meraih medali emas.
Sarohatua peraih medali emas PON Aceh Sumut 2024 dan PON Papua dan medali perak di Sea Games 2023.
Sayangnya, empat petinju Sumut yang bertanding di semifinal ini mengalami kekalahan, yakni Lufti Lisandri kls 54 putri, Ahmad Hatoguan Harahap kls 60 putra, Ripaldo Sitanggang kls 63.5 putra, dan Pungu Sitinjak kls 67 putra
Begitu pun, keempatnya dipastikan menyumbang medali perunggu untuk Sumut. Pada kejuaraan ini, Sumut menurunkan 11 petinju
Open Tournament Tinju Piala Panglima TNI Tahun 2025 sendiri resmi dibuka pada Sabtu malam di Balai Prajurit Makodam I/Bukit Barisan. Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri berbagai pihak, mulai dari jajaran TNI, Pengurus PERTINA, hingga perwakilan sponsor.
Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara Panglima TNI dengan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA), serta kolaborasi Kodam I/BB dengan PERTINA untuk mendorong kemajuan prestasi tinju nasional.
Kejuaraan diikuti oleh 213 atlet dari sekitar 30 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, dengan total peserta bersama ofisial mencapai 300 orang. Ada 17 kelas yang dipertandingkan, terdiri dari 10 kelas putra dan 7 kelas putri, yang akan memperebutkan medali, piala, dan penghargaan berupa hadiah uang
Turnamen akan berlangsung selama enam hari, mulai 27 September hingga 2 Oktober 2025, dengan pertandingan dimulai setiap pukul 13.00 WIB di arena utama Balai Prajurit Makodam I/Bukit Barisan. Selain pertandingan, panitia juga menyelenggarakan pelatihan gratis untuk wasit, hakim, dan pelatih sebagai bentuk peningkatan kualitas sumber daya manusia di dunia tinju Indonesia.








