Medan – Pelaksana tender APBD provsu sarat PENGATURAN dan persekongkolan. Hal ini bisa dilihat dari pengumuman tender dan PENGATURAN pemenang tender di SPSE Prov Sumatera Utara.
Pengkondisian ini secara jelas terlihat, satu perusahaan bisa memenangkan sampai 3 paket tender dengan nilai fantastis.
Pokja tidak lagi menilai secara objektif, hanya mencari cari kesalahan yang tidak substantif. Pemenang yang ditunjuk selalu penawar tertinggi dan perusahaan itu itu saja yang dimenangkan.
“Kami duga ada pembiaran dari Pak Bobby disituasi ini. Pokja terlalu berani mencari cari kesalahan Dan menunjuk satu perusahaan yg sdh memenangkan lebih dari 3 paket pekerjaan. Ini lah bukti persekongkolan,yang bisa menimbulkan kerugian negara”, kata Pengamat Pengadaan jasa Konstruksi,Palti Simanjuntak.
Dia akan melaporkan riwayat tender di PEMPROVSU ini ke KPK.
Ada kemampuan Dasar perusahaan untuk mengerjakan sesuai jumlah kontrak. Salah satu perusahaan CV YP memenangkan tender di sungai, pembangunan jalan dan gedung. Apa memang cuma itu perusahaan yg bagus?”, katanya bertanya
Dan sebut nya, banyak beredar dilapangan bahwa pekerjaan pekerjaan yang sudah dimenangkan itu,diperjual belikan dengan nilai 15 sd 20% dari nilai kontrak.
KPK harus segera usut persekongkolan ini. “Pak Gubernur Sumut supaya melihat dinamika yg berkembang di Biro Pengadaan barang jasa Pemprov SU.
Dicurigai orang orang didalam tersebut tak berkapasitas”, tegasnya











