Medan – Tuan rumah SMKS Martabe Sipirok, Tapsel gagal membendung ketangguhan SMkN 1 Tambusai, Riau pada laga final Kejuaraan voli antar pelajar Piala Raja Inal Siregar III di GOR Sibualibuali, Sipirok, Tapanuli Selatan (Tapsel), Minggu (17/5). Tim dengan pelatih Mhd. Rizky ini menyerah 0-3 (23-25, 19-23, 23-25)
Pada laga final kemarin, kedua tim menampilkan permainan terbaiknya. Terjadi persaingan perebutan poin. SMKS Martabe berusaha mengimbangi permainan SMKN 1 Tambusai. Ini terlihat terjadi kejar-kejaran angka namun lawan dari anak didik pelatih Mhd. Rizky tak mampu memenangi laga tersebut.
Meski begitu, perjuangan SMKS Martabe patut diberi acungan jempol karena tak menyerah sampai laga usai.
Pelatih SMKS Martabe Mhd. Rizky mengaku lawan anak didiknya cukup baik. Tapi beliau memuji pemain SMKS Martabe yang telah menunjukkan peningkatan kualitas.
“SMK Martabe juga menunjukkan hasil baik atas pembinaan yang diterapkan 3 tahun ini,” ungkap Mhd. Rizky usai pertandingan

Sementara pelatih SMKN 1 Tambusai Heppi Dwi Affandi, mengaku bangga dengan keberhasilan timnya. Mereka berjanji akan datang lagi tahun depan. ” Ini event cukup baik’ bagi pelajar”, katanya dalam pesan wasthap nya
Pada persaingan tempat ketiga dimenangkan SMK Nusantara Deli Serdang yang mengalahkan SMKN 1 P Kuras 3-0 (25-18, 25-12,25-20)
Kejuaraan yang berlangsung sejak tanggal Senin (11/5) dan dibuka Bupati Tapsel Gus Irawan melibatkan 20 tim .
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan kursus wasit dan pelatih tingkat daerah sebagai bagian dari upaya pembinaan bola voli di Sumatera Utara.
Menurut Ketua Pengprov PBVSI Sumut Wiko Lovino Siregar, program tersebut rutin dilaksanakan guna melahirkan wasit dan pelatih muda berkualitas di Sumatera Utara.
“Kami memang rutin mengadakan kursus wasit dan pelatih. Tujuannya agar lahir wasit-wasit muda yang nantinya bisa berkembang sampai level AVC,” katanya.









