Medan – Dinamika pemilihan Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Sumatera Utara periode 2026-2030 memasuki babak baru. Sosok pengusaha Boy Sony Batubara menyatakan tekadnya untuk mengnakhodai PSSI Sumut 2026-2030
Tekad tersebut sekaligus menandai keseriusannya mendorong arah baru bagi perkembangan sepak bola di daerah ini.
“Jika dipercaya memimpin PSSI Sumut, saya siap”, kata Boy Sony Batubara seputar akan bergulir nya Pemilihan Ketua PSSI Sumut yang dijadwalkan Maret mendatang
Menurut Boy Sony Batubara yang pernah sebagai pengurus PD Medan Jaya era kompetisi Galatama keputusannya maju bukan sekadar keterpanggilan pribadi, tetapi lahir dari berbagai dorongan dan aspirasi yang ia terima dari banyak pihak.
Pengalamannya yang mendampingi PS Medan jaya saat berlaga di kompetisi Galatama disebutnya memberi pemahaman cukup kuat tentang perjalanan organisasi, termasuk perubahan statuta dari tahun 2020 ke 2025.
“Organisasi ini hanya bisa berjalan sehat ketika kita paham roh dan ketentuan dasarnya. Sebagus apa pun program, kalau tidak sejalan dengan aturan, pasti akan tersendat,” kata
Putra mantan ketua umum PD Medan Jaya Alm Yopie Batubara menegaskan bahwa langkahnya maju tidak semata karena mencari popularitas Kehadiran nya menahkodai PSSI Sumut menjadi bukti bahwa tekadnya berangkat dari diskusi, masukan, dan harapan para pelaku sepak bola Sumatera Utara
“Dua minggu terakhir saya berdiskusi intens dengan para senior, menyerap aspirasi dan pesan mereka. Itulah alasan saya akhirnya memutuskan memajukan sepakbola Sumut ungkapnya.
Boy Sony Batubara juga menyatakan komitmennya menjaga kesinambungan. Jika nantinya dipercaya memimpin, ia memastikan hal-hal positif dalam meningkatkan prestasi sepak bola Sumut.
Dia berjanji menyiapkan insfratruktur sebagai sarana pendukung pembinaan pemain seperti mengupgrade lapangan Setia Budi dan Bumi Asri. Kedua lapangan tersebut akan ditata dengan membangun tribun dan mendatang kan sponsor untuk berpromosi di lapangan tersebut.
“Tidak pun saya dipilih saya tetap mendukung pembinaan sepak bola Sumut terutama usia dini”, ujar pembina SSB Tasbih ini
Boy Sony Batubara pun prihatin dengan kondisi prestasi sepak bola Sumut yang menurun. Penurunan prestasi dan kualitas pesepakbola Sumut ditandai minimnya putra daerah ini memperkuat timnas. Padahal era 80 an timnas didominasi putra dari Sumut.
Beranjak dari itu, Boy bertekad meningkatkan pembinaan usia dini. Dengan begitu, Sumut tak kekeringan dengan pemain berkualitas.
“Saya percaya tekad ini didukung Pemprovsu. Kita sudah lelah dengan buruknya pembinaan sepak bola Sumut ” sebut nya









