Medan – Mantan Exco PSSI Sumut Julius Raja memfavoritkan Belanda tampil sebagai juara piala dunia 2026
Meski perhelatan kejuaraan sepakbola dunia empat tahunan baru fase penyisihan grup, tapi pria yang akrab disapa King sudah langsung memprediksikan the oranye menjadi juara.
Ia yang sejak dini sudah menjagoi Belanda sebagai juara, karena memprediksikan pasukan Ronald Koeman bisa melewati fase grup, 32 besar, 16 besar, perempat final, semi final hingga capai final dan jadi juara.
“Jauh hari sebelum piala dunia dimulai, saya sudah memprediksikan Belanda menjadi juara dunia,” ujar King dalam pesan wasthap nya Kamis (25/6)
Menurutnya, Belanda tentu mengusung asa dan tekad yang besar mewujudkan predikat sepakbola indah yang juara tanpa tropi menjadi tim elegan yang juara memiliki mahkota pada piala dunia 2026 ini.
Katanya, Belanda tiga kali masuk final pada 1974, 1978, 2010, tiga kali juga pulang dengan luka. Sudah terlalu lama menjadi “hampir juara”, sehingga muncul julukan untuk tim negara kincir angin ini juara tanpa mahkota.
Kecuali itu, alasannya memfavoritkan Belanda sebagai juara karena telah melahirkan karya sepakbola moderen yaitu total football pola atau filosofi sepak bola yang sangat ofensif atau menyerang, layak dibayar dengan gelar dunia.
Katanya, Tim Negara Kincir Angin ini juga dari generasi ke generasi telah melahirkan pemain kelas dunia, tetapi medali emas Piala Dunia masih kosong.
Sebutnya, negara lain sudah berkali-kali mengangkat trofi. Belanda sudah cukup menjadi legenda tanpa mahkota. Tahun 2026 harus menjadi momen ketika dunia berhenti berkata, “Belanda selalu bermain indah.” Dunia harus berkata, “Belanda akhirnya menjadi juara.”
Menurutnya, cukup jadi tim yang dipuji, cukup jadi spesialis runner-up. Tahun 2026 bukan waktunya bermain cantik tanpa hasil.
“Saya optimistis Belanda bisa membungkam semua kritik dan menghancurkan lawan di lapangan, mengangkat trofi Piala Dunia. Tidak ada lagi alasan, tidak ada lagi drama. Juara atau pulang tanpa cerita,” ujar nya
Bagaimana dengan Argentina?. Julius Raja yang juga mantan Sekretaris PSMS ini mengakui Argentina punya Lionel Messi yang menjadi jadi pembeda di tim.
Umur 38 mau 39, tapi masih nge-golin brace lawan Austria 2-0 di matchday 2. Golnya bikin dia jadi top scorer sepanjang masa World Cup: 18 gol, lewatin Miroslav Klose. Banyak yang bilang Messi masih “alien” dan auranya beda di lapangan.
Tapi kekuatan Argentina sekarang berbeda ketika mereka juara piala dunia tahun 2022. Lini belakang Argentina tak terlihat kokoh.
“Messi saja tak cukup. Ini sepakbola modern. Perlu tim yang solid. Saat ini Belanda yang punya kekuatan itu”, ujarnya.
Seperti diketahui Belanda berada di Grup F bersama Jepang, Swedia dan Tunisia. Pada laga perdananya di AT&T Stadium, Senin (15/6/2026) dini hari WIB, Belanda ditahan Jepang dengan skor 2 – 2.dan mengalahkan Swedia 5-1









