Medan – Apriori pembinaan terjadi pada Persatuan Olahraga Catur Sumatera Utara yang induknya Percasi Sumut berembus kencang
Hal tersebut terungkap ketika pengamat dan penggemar olahraga catur secara terang-terangan mengaku menyesalkan sikap Ketua Pengprov Percasi Sumut Eddy Keleng Ate Berutu yang dianggap kurang peduli terhadap pembinaan atlet
Ketua Percasi Sumut itupun diminta segera mengundurkan diri karena tak bertanggung jawab dalam mengelola organisasi.
Seperti disampaikan Amantua Marpaung mengutip keluhan yang beredar dari Pengkab Pengkot seperti Tanjung Balai,Dairi, Karo, Binjai, Medan dan Langkat , Tebing Tinggi, P Siantar dan Asahan,Tapsel dan Padang Sidempuan.
Kinerja Eddy Keleng Berutu secara organisasi dinilai tidak menunjukkan sebagai pemimpin yang arif dan bijaksana. Beliau terkesan tak peduli terhadap cabor catur menyusul prestasi buruk yang diraih pegulat daerah itu di PON Aceh-Sumut 2024 yang hanya meraih satu perak
“Kegagalan ini tidak terbantahkan merupakan tanggung jawab ketua Percasi sebagai pemangku olahraga prestasi. Prestasi negatif yang diraih sangat berbanding terbalik dengan perhatian besar yang diberikan Pemprov dan KONI Sumut ” tegas Amantua
Pengkab-pengkot sebut Amantua menolak untuk menyalahkan para atlet, pelatih atas hasil ini. Menurutnya, Eddy Berutu sebagai ketua tak memberi perhatian terhadap pembinaan atlet untuk dipersiapkan pada PON Aceh-Sumut
Eddy Berutu disebut tak peduli membangun komunikasi aktif terhadap daerah daerah di Sumatera Utara. Ini terlihat tidak adanya event seperti Kejurprov dan lainnya
Seharusnya setelah Percasi Sumut langsung berbenah melakukan pembinaan untuk persiapan PON 2028. Ini tidak sama sekali, terjadi kevakuman pembinaan.
“Atas dasar itu, Ketua Percasi Sumut untuk segera mundur karena tak mampu memimpin organisasi.”, timpal Reinhard salah satu penggemar catur
Seperti diketahui Eddy Berutu didapuk sebagai ketua Percasi Sumut periode 2024 – 2028 “Sebaiknya mundur sebagai Ketua Percasi Sumut daripada ada, namun tidak melakukan usaha apa-apa.”, ujarnya.











