Medan – PP PGSI membantah ada wasit gulat Indonesia memalsukan umur saat mengirimkan berkas ke Federasi Gulat Dunia atau United World Wrestling (UWW).
Menurut Drs Maurice Sihombing selaku Litbang PP PGSI Indonesia mengirimkan utusan untuk mengikuti seminar wasit gulat internasional
PP mengirimkan 3 wasit gulat nasional. yakni Leonard Sitohang, Surya Aji Saputra dan Lipin Sitorus .
“Mereka ikut seminar wasit Internasional dan disambut baik oleh federasi gulat Asia”,kata Maurice dalam rilisnya, Senin (22/12)
Sebelum disebutkan empat oknum wasit gulat internasional yang diduga palsukan umur tersebut. Keempatnya diduga mengirimkan data palsu ke UWW.
Menurut informasi yang dihimpun, pemalsuan usia ini terungkap ketika salah seorang wasit tersebut ingin memperpanjang lisensi ke UWW. Namun pasport yang dikirim berbeda dengan yang ada di berkas UWW.
Kejadian ini pun mencoreng nama dan wajah gulat Indonesia di dunia internasional. Pemalsuan umur adalah hal yang tidak bisa ditoleransi, karena telah melanggar sportivitas.
Pendaftaran tiga wasit tersebut melalui Dilla selaku tata usaha PP PGSI. Beliau mendaftarkan wasit senior yang sudah kelewat umur dan sudah tidak mewasiti karena kelewat umur.
Dan UWW minta klarifikasi nama di ulang karena umurnya sudah tidak lagi bisa memimpin karena sudah lewat 60 tahun
“Sekjen PP PGSI sudah mengklarifikasi pada sekjen federasi gulat dunia. Mr lee dari korea. Bahwa ada kesalahan pengiriman data wasit Indonesia yang akan ikut seminar.
“Jadi berita terdahulu itu berita yg salahh dan diinformasikan bahwa data wasit yang salah. Oknum tersebut sudah 2 tahun tidak aktif atsu sudah berhenti menjadi wasit gulat internasional dan terakhir mereka memimpin di sea game vietnam”, ujarnya
Teks foto : Sekjen PP PGSI dengan Sekertaris gulat asia mr lee dari korea selatan dalam bincang bingcang pd sea games gulat di thailand









