Medan – Gubsu Bobby Nasution pertahankan tradisi molor dalam menghadiri kegiatan olahraga yang di geber di daerah ini.
Ini terlihat pada acara pembukaan kejuaraan internasional atletik U-17 dan U-20 SE Asia tenggara di stadion Madya Atletik di Sport center Desa Sena, Batangkuis, Deliserdang, Jumat (14/11).
Semula jadwal pembukaan kejuaraan pukul 15 00 Wib namun baru bergulir pukul 16,30 Wib. Imbasnya, acara yang dikemas untuk peserta dari mancanegara jadi memuakkan. Banyak peserta menunjukkan ekspresi kecewa karena kelamaan menunggu.
Keterlambatan Gubsu bukan hanya pada kejuaraan internasional atletik saja melainkan pada even event lainnya seperti saat membuka kejurda bola tangan, dimana beliau molor dua jam dari acara yang ditetapkan. Begitu pula saat acara pelepasan atlet Popnas.
Miris nya, tak ada penampilan seni budaya pada acara pembukaan. Padahal, acara tersebut bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan budaya Sumut pada peserta dari 10 negara Asia tenggara. Apalagi acara pembukaan dikemas tanpa menghadirkan perlombaan.
Usai dibuka Gubsu barisan langsung bubar. Ribuan pelajar yang dikerahkan ke stadion langsung pulang. Dan, gondang batak yang disiapkan untuk pembukaan tak digunakan.
Padahal kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Sumut setelah sebelumnya sukses menjadi tuan rumah PON XXI Aceh–Sumut 2024.
Di lokasi, terlihat ratusan personel pengamanan dari TNI, Polri, Satpol PP hingga Dinas Perhubungan dan forkopimda yang menyaksikan acara pembukaan bersama ribuan siswa-siswi dari berbagai sekolah — mulai dari jenjang SMP hingga SMA — turut hadir pada pembukaan acara. Mereka terlihat mengenakan pakaian olahraga sekolah masing-masing
Gubernur Bobby Nasution menyampaikan rasa bangganya karena Sumatera Utara terpilih sebagai tuan rumah kejuaraan internasional ini. Ia memberikan apresiasi kepada PB PASI dan federasi atletik Asia Tenggara yang telah mempercayakan penyelenggaraan kepada Sumut.
Tapi penonton yang datang menyelutuk panitia. “Acaranya internasional tapi kok masyarakat banyak yang tidak tau”, Rudi Banjarnahor di sela kegiatan









