Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) merayakan ulang tahun ke-38 pada 21 April 2026, memperkuat komitmen membangun ekosistem olahraga panjat tebing nasional. FPTI, yang didirikan pada 21 April 1988, terus fokus melahirkan atlet berprestasi dan meningkatkan kompetisi
Pengurus pusat dan daerah pun berkomitmen dan solid dalam membangun ekosistem olahraga yang dekat dengan masyarakat.
Ketua FPTI Sumut Yerzi Amri Rinjani, drg, Sp.Ort mengatakan perkembangan olahraga panjat tebing di Sumatera Utara tidak terlepas dari semangat komunitas pecinta alam dan olahraga ekstrem yang mulai tumbuh pada akhir dekade 1980-an hingga 1990-an.
Seiring berdirinya Federasi Panjat Tebing Indonesia pada tahun 1988, aktivitas panjat tebing yang sebelumnya bersifat komunitas mulai diarahkan menjadi olahraga prestasi yang
.
Di Sumatera Utara, kata yang mulai menakhodai Pengda FPTI Sumut 2000 – 2005 embrio organisasi panjat tebing mulai terbentuk pada awal hingga pertengahan 1990-an. Para pegiat dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, komunitas pecinta alam, hingga klub-klub olahraga, berinisiatif membentuk wadah pembinaan yang lebih terstruktur. Dari sinilah lahir kepengurusan daerah FPTI Sumatera Utara yang kemudian menjadi motor penggerak pembinaan atlet di Sumatera Utara.
Memasuki akhir 1990-an hingga awal 2000-an, FPTI Sumut mulai menunjukkan eksistensinya dalam berbagai kejuaraan dan mengikuti PON 2000 Jatim, PON Sumsel 2024, PON Kaltim 2008.
Atlet-atlet daerah mulai dikirim untuk mengikuti kompetisi resmi Nasional. Kejurnas FPTI Tanjung Pinang dan Kejurnas FPTI Makassar, di nomor Speed beregu Putra FPTI Sumut berada di peringkat 4 Nasional, Kejuaraan Zona Sumatera di Bengkulu, meraih medali Emas Speed beregu Putra dan Speed perorangan putra, ini sekaligus menjadi momentum awal pembinaan prestasi yang lebih serius.”, kata Yerzi yang juga Ketua Pengprov FPTI Sumut periode 2018 – 2022, 2022 – 2026.
Pada periode ini, organisasi juga mulai memperkuat struktur kepengurusan serta menjalin koordinasi dengan KONI daerah.
Namun dalam perjalanannya, FPTI Sumut sempat mengalami dinamika organisasi, termasuk masa kevakuman yang cukupberdampak pada proses pembinaan atlet. Keterbatasan sarana, minimnya kompetisi, serta kendala manajerial menjadi tantangan yang harus dihadapi dan absen nya FPTI Sumut di PON Riau 2012 dan PON jabar 2016
Kebangkitan FPTI Sumut kembali terlihat pada tahun 2018 ketika kepengurusan baru mulai melakukan revitalisasi organisasi. Program pembinaan atlet usia dini, penyelenggaraan kejuaraan daerah, serta pembangunan dan pembenahan fasilitas panjat tebing mulai digalakkan.

Hal ini membawa dampak positif terhadap peningkatan kualitas atlet. FPTI Sumut selalu berpartisipasi dan berprestasi dalam ajang kejuaraan Nasional Pada penyelenggaraan Multi Event/Pra PON/PORWIL Sumatera 2019 Atlet -Atlet Panjat Tebing Sumatera Utara berhasil mendapatkan 2 Medali Emas dan 2 Medali Perak, serta lolos ke PON XX – 2021 Papua. FPTI Sumatera Utara juga mengukir prestasi di Kejuaraan Nasional Tingkat Kelompok Umur.
Pada tahun 2018, Inhu – Riau 1 medali perak. 1 Medali Emas di nomor Speed WR perorangan, di Kejurnas FPTI Batanghari – Jambi. ditahun yang sama.
Tahun 2019 di Kejurnas FPTI Kelompok umur Tapin – Kalsel, meraih 1 Medali Perak dan 1 Medali Perunggu pada nomor Speed WR Perorangan. Serta aktif mengirimkan Atlet Junior untuk mengikuti Seleknas di Jakarta pada tahun 2020. Pada Kejurnas FPTI di Jambi Tahun 2021 meraih Peringkat 4 di nomor Speed WR. Dan Kejurnas Kelompok Umur Aceh di tahun yang sama
Pada Tahun 2022 meraih Medali Perunggu di nomor Speed WR pada Sirkuit Nasional FPTI di Jakarta serta Memperkuat tim Indonesia di IFSC Climbing World Cup di Jakarta 24 – 26 September 2022. Pada Tahun yang sama Atlet Panjat Tebing Sumatera Utara masuk pada putaran Final di Nomor Speed WR pada Kejurnas FPTI Kelompok Umur Situbondo Jawa Timur dan Kejurnas FPTI Bangka Belitung.(senior)
Pada Tahun 2023 meraih 1 Medali Emas dan 1 Medali Perak di nomor Speed WR pada Kejurnas Kelompok Umur – Jambi. 1 Medali Perunggu dinomor Speed WR Perorangan Putra pada Kejuaraan Nasional Piala Gubernur Jawa Barat. Medali Perunggu nomor Speed WR Perorangan Putra pada POPNAS XVI Palembang, Medali Perunggu di nomor Speed WR putra pada Kejurnas Panjat Tebing Piala Wali Kota Tangerang Tahun 2023 dan meraih Medali Perunggu di Nomor Speed WR Beregu Putri di Pra – PON Semarang – Jawa Tengah.
Dan Pekan Olahraga Nasional (PON). Pada Tahun 2024. Panjat tebing Sumut Meraih Medali Emas di nomor Speed WR Beregu Putra dan Medali Perunggu di nomor Speed WR Perorangan Putra pada PON XXI Aceh Sumut, dan juga Pemecahan Rekor Nasional dan Rekor PON Cabang Olahraga Panjat Tebing pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut di Nomor Speed WR Beregu Putra dengan catatan waktu 15.70 detik (rekor lama 17,39 detik PON Papua 2021. atlet asal Jawa Tengah)
Tahun 2025 Atlet Panjat Tebing Sumatera Utara, diberikan kesempatan tampil di Kejuaraan Internasional IFSC World Cup Bali 2025, dan juga diberikan kepercayaan untuk memperkuat Tim Nasonal Panjat Tebing di kejuaraan International Speed Climbing Master 2025 Meishan – China, di tahun yang sama Meraih medali perak pada Kejuaraan Nasional Eiger Independence Sport ClimbingbCompetition 2025 yang berlangsung di Bandung pada 14-17 Agustus. Medali Perak nomor Speed WR Putra pada Kejurnas Dankor Brimob bulan November 2025. dan meraih Medali Perak Speed WR Beregu Putra pada Kejurnas FPTI XIX 2025 Semarang Jawa Tengah
Saat ini, memasuki usia ke-34 FPTI Sumatera Utara berdiri, terus berupaya pada komitmennya dalam memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan panjat tebing di Indonesia. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah dan KONI, organisasi ini fokus pada pembinaan berkelanjutan, peningkatan kualitas berkelanjutan, peningkatan kualitas pelatih,nuri dan route setter serta penciptaan dan pembinaan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional
Dirgahayu FPTI Ke-38, terus menjadi rumah bagi lahirnya atlet-atlet tangguh. Teruslah mengukir sejarah dan menginspirasi Indonesia!.
Mulai Januari 2026 kemarin satu atlet dari Sumut dipanggil bergabung ke Pelatnas atas nama Rian Gordon Sitorus (peraih emas Speed WR beregu Putra dan perunggu perorangan putra pada PON XXI Sumut-Aceh 2024)
Yerzi menjelaskan, saat ini sangat penting menjaga soliditas antara pengurus provinsi dan daerah dalam mengembangkan olahraga panjat tebing secara berkelanjutan di seluruh Sumatera Utara
Lebih lanjut dia menjelaskan, sinergi tersebut juga menjadi kunci dalam memperkuat posisi panjat tebing sebagai salah satu cabang olahraga andalan dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), guna meningkatkan prestasi Indonesia di kancah nasional dan internasional.
Menurut dia, kesamaan visi antara provinsu dan daerah menjadi fondasi utama dalam menciptakan ekosistem olahraga yang kuat, mulai dari pembinaan usia dini hingga peningkatan prestasi atlet di level internasional.
Komitmen tersebut harus diwujudkan melalui program pembinaan terpadu, peningkatan kualitas pelatih, serta penguatan kompetisi di tingkat daerah dan nasional. ”Upaya itu juga diarahkan agar panjat tebing semakin mudah diakses oleh masyarakat luas,”ujarnya
Dirgahayu FPTI ke 38











